Total Tayangan Halaman

Senin, 14 September 2015

Cerita Kehamilan Bagian ke 3 hingga proses melahirkan

Ini ceritanya ngebut cerita, karena tulisan ini dibuat bersamaan dengan tulisan sebelumnya.

Pada usia kandungan ini, sudah mulai diisi dengan kesibukan senam hamil, terapi hypnobirthing, sampai baca baca tentang melahirkan dan mengurus bayi. 

~ Senam Hamil ~

Senam hamil pertama dilakukan di usia kandungan 7 bulan. Pertama kali senam bawaannya ribet banget, segala bawa handuk, baju ganti, jilbab ganti dan perlengkapan mandi. Dan ternyata semuanya itu gak dipake sama sekali hahahahaha. Senam hamil sebenarnya gerakannya sederhana banget dan bahkan banyak bertebaran di youtube. Tapi kalau ikut senam hamil langsung dengan instruktur itu sensasinya beda. Selain banyak info yang diberikan bidan instruktur, kitapun bisa curcol dengan ibu ibu yang lain. Dan yang pasti mental melahirkan normal itu terbentuk dengan kuat pada saat senam hamil. Karena rerata, ibu yang ikut senam hamil biasanya akan berjuang keras untuk melahirkan normal. Bidan instrukturpun sangat pro normal sekali. Jadi tambah semangat untuk melahirkan normal, biidznilLah.

~ Ikutan terapi hypnobirthing ~

Ikutan terapi ini karena membayangkan proses normal itu pasti sakit banget makanya banyak baca buku tentang hypnobirthing. Yang mana terapi ini membuat mindset kita berubah sehingga nantinya proses melahirkan normal dengan penuh menyenangkan. Seru banget ikutan ini karena kita emang jauh lebih tenang dalam menghadapi persalinan. Oh iya, kalau aku sempat beli bukunya yang dapat cd. Harganya murah kok cuma 35ribu saja. Tapi entah kenapa setiap kali mendengarkan cd tersebut selalu ketiduran, hahahha. Dasar emang doyan tidur. Dan doyan tidurpun berlanjut hingga proses melahirkan.

~ PROSES MELAHIRKAN ~

Mengenang hampir dua bulan lalu. Ya, tanggal 15 Juli 2015 malam jam 11 sudah mengalami kontraksi yang dirasa mulai teratur. Walau sepanjang semester ketiga ini, aku banyak mengalami kontraksi palsu bahkan pas senam hamil yang terakhirpun mengalami kontraksi palsu. Jam 11 malam sudah sakit tapi tetap dibawa santai dan tidur. Kontraksi tapi sempat tidur hihihi. Sampai jam 3 pagi kontraksinya tidak hilang malah makin menjadi jadi. Bilang sama suami kalau begini terus harus ke rumah sakit karena takut terjadi apa apa. Akhirnya suamipun sahur sendirian karena aku sedang merintih menahan sakit dikamar. Sehabis shubuh, kami berdua berangkat ke rumah sakit menggunakan taksi. Agak lama mencari taksi jam segitu karena biasanya pool taksi baru beroperasi jam 6 pagi. Qadarullah, akhirnya taksipun datang. Dengan segera aku dibawa menuju rumah sakit tempat biasa kami periksa. Sepanjang perjalanan, aku berusaha untuk tidak meringis kesakitan untuk menghindari kepanikan. Jamsetengah 6 kami tiba di rs. Suami mengurus administrasinya dan aku dibawa ke ruang bersalin. 

Sampai di rs bersalin, aku diperiksa tensi dan denyut jantung bayi. Ternyata denyut jantung bayinya lemah karena dede bayi tidur di rahim ibu. Lalu bidan mengambil bel sekolah dan diletakkan ke perut untuk membangunkannya. Bidan menyuruhku untuk memanggil namanya agar bangun. "Bu namanya siapa? Coba dipanggil yah anaknya" kata bu bidan. Dalam hatiku 'Hah, ini kan belum lahir kok udh dikasih nama sih". Tapi aku tetap memanggil anakku dengan sebutan de bayi "De bayi, ayok bangun. Bantu ibu melahirkan". Suamiku datang membawa buku doa yang diberi oleh rumah sakit. Sempat aku baca doa Maryam saat proses melahirkan dan doa nabi Yunus Allaihi'Salam sewaktu di dalam perut ikan paus. Bidan kembali datang utk mengecek pembukaan dan ternyata sudah pembukaan 3.

Selang satu jam kemudian, bidan membawa aku ke tempat yang berbeda. Kali ini ruangan bersalin yang lebih nyaman karena ada tv,kulkas, dan ruang tamu nya. Bidan memperingatkanku untuk tidak mengedan sebelum pembukaan lengkap dan tidak ke kamar mandi. Di dalam rs bersalin tersebut aku masih sempat membalas pesan via whatsapp temanku Yatni hihihi padahal pada saat itu sudah pembukaan 5 loh. Sakitnya kontraksi melahirkan itu SAKIT BANGET (harus capslock) terutama bagiku yang jarang merasakan sakit datang bulan. Tapi suamiku dengan sabar dan perhatian terus menyemangatiku untuk terus tersenyum walaupun sakit. Setiap kesakitan, aku selalu memegang tangan suamiku. Menggenggamnya dengan kuat tapi tidak sampai mencakar. Suamikupun sempat menyuapiku dengan makanan. Ditengah kesakitan, aku mencoba untuk tetap makan karena aku tau nantinya diperlukan saat proses mengedan.

Jam 9 pagi, pembukaan sudah lengkap dan aku bersiap melakukan proses melahirkan. Dokter Riris, dokter yang biasa menanganiku setiap kontrolpun sudah tiba. Alat-alat rumah sakit didekatkan. Lampu ditembakkan. Selang nafas sudah terpasang. Suamikupun yang habis sholat dhuha langsung mendampingi. Bidan bidan menyemangatiku tiada henti. Mengedan sebanyak 5 kali tepat pukul 10.10 WIB tanggal 16 Juli 2015 aku melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Hanif Abdurrahman Dzulqarnain. Lega dan bahagia sekali rasanya. Sakitnya kontraksi dan berjuangnya dalam proses mengedan terbayar LUNAS.

HANIF ABDURRAHMAN DZULQARNAIN,
LAHIR : 16 Juli 2015
PUKUL : 10.10 WIB
BB : 3,2 kg
PB :48 cm

Mengucap syukur tiada henti kepada Allah atas karunia diakhir Ramadhan. Dan langsung haru begitu dengar takbir sudah ada Hanif, Masya Allah.

Fabiayyi 'alaairobbika tukadzibban.
Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan.


Yaa Robb, Yaa Allah jadikan Hanif anak yang selalu mentauhidkanMU, mengikuti ajaran RasulMU, anak yang shalih, suami yang shalih, bapak yang shalih serta bermanfaat bagi oranglain, umat, agama, bangsa dan negara. Aamiin












Cerita kehamilan bagian ke 2

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh...

Apa kabar semuanya??????

Mengejar target menulis nih hihihi kayak kerja di majalah aja yak :D

~ Badai Pasti Berlalu ~

Akhirnya badai itu berlalu, semester pertama kehamilan yang penuh dengan derita dan nestapa (lebay) berlalu juga. Saat nya menikmati pelangi setelah hujan es berkepanjangan. Semester ke dua tepatnya di usia kandungan ke lima akhirnya nafsu makan kembali datang. Bahkan memuncak dengan drastis. Bayangkan pada bulan ke lima berat badan langsung melonjak delapan kilo. DELAPAN  KILO (sengaja di capslock hahahaha), langsung bergumam dalam hati "Oh seperti ini toh reaksi pere kalau berat badannya naik drastis" (maklum gak pernah mengalami sebelumnya). Berat badanku kurus bangeeeet. Sebelum nikah berat badan cuma berkisar diantara 42- 45 kg. Malah sempat turun 3 kg (baca cerita sebelumnya yak hihihi) terus naik jadi 52kg itu BAHAGIA rasanya (perlu di capslock lagi) hihihi.

~ Bahagia Selalu ~

Jika bisa diulang rasanya pengen lagi mengalai semester dua kehamilan dimana kebahagian bertubi-tubi berdatangan.
Pertama, nafsu makan sudah kembali membuncah.
Kedua, berat badan naik terus.
Ketiga, dede bayi sudah ditiupkan roh nya.
Keempat, dede bayi sudah mulai bisa memndang, bersendawa, dan mengelitiki perut ibu.
Kelima, mulai belanja perlengkapan bayi, yeay...

~ Tendangan Bayi ~

Memasuki usia kandungan bulan ke enam, pertama kali nya ditendang oleh de bayi. Jagoannya ibu sudah mulai aktif di dalam perut. Bahkan sering kali dia menari di dalam perut ibu. Dan bersendawa. Bahagia betul menjadi ibu, yang mana Allah amanahkan makhluk hidup berdiam di dalam rahimnya. Mulai browsing tentang segala sesuatu hal tentang gerakan bayi di mbah google. Tentang berapa kali dia bergerak dan harus dipancing bergerak. Pernah kepikiran suatu waktu de bayi tidak bergerak karena ibu pergi ke majelis taklim aa gym di pasaraya dan pulangnya naik metromini ugal ugalan. Terus langsung ngerasa bersalah sampai bilang "De, maafin ibu ya nak. Hayo dong nendang ibu lagi" sambil sms suami. Alhamdulillah punya suami yang selalu menenangkan hati dan kepanikan isterinya, sampai malam hari akhirnya dia menendang lagi perut ibu. Alhamdulillah bahagia lagi ^^

~ Belanja Perlengkapan Bayi ~

Ini moment paling seru, karena hampir setiap bulan pada semester kedua menyicil membeli perlengkapan bayi. Banyak yang bilang 'pamali' kalau belum tujuh bulan tapi takdir Allah yang nentuin jadi pasrahin aja ke Allah, toh niatnya cuma mau menyicil perlengkapan bayi supaya tidak kerasa berat banget. Tapi memang sih diem diem belinya, habis kalau ketahuan bisa diceramahin ini dan itu. Oh iya, sebelum belanja baju bayi biasanya aku selalu mencatat apa saja yang dibutuhkan. Maklum karena anakku ini nanti cucu pertama makanya gak ada lungsuran sana sini. Lagian kata suami kalau bisa beli ya beli aja daripada ngemis minta minta. Aku juga terbantu banget sama ibu ibu yang suka nulis di blog tentang persiapan perlengkapan baju bayi, terima kasih ibu ibu blogger. Harusnya sih moment ini punya halaman sendiri yah biar bisa lebih puas ceritanya hihihi... Yang pasti tempat paling seru bukan lagi mall besar yang gak ada baju bayi nya tapi Mae Bebe (ibu-ibu seputaran bintaro dan sekitarnya pasti udh tau tempat ini.

~ USG 4 Dimensi ~

Ini permintaan khusus ibu. Sebagai ibu baru lagi senang senangnya dengan kehamilan pertamanya. Makanya bujuk suami untuk lakuin USG 4 Dimensi. Alhamdulillah suamipun menyetujuinya. Mulailah cari info info tentang USG 4 Dimensi. Kegunaan dan terutama biayanya (maklum yang ini gak dapet rembesan kantor hihihi). Setelah browsing, telpon, dan tanya sana sini akhirnya memutuskan untuk USG 4 Dimensi di rumah sakit yang biasa periksa yaitu Rumah Sakit Muhamadiyah Taman Puring. USG 4 Dimensi dengan dr. Harjo,SPOG Fetomaternal. Rekomendasi dari bidan yang biasa ada disana, katanya untuk USG 4 Dimensi lebih baik dengan dr Harjo karena beliau spesialisnya. Diskusi dengan suami karena dr ini laki-laki satu satunya yang menguasai bidang tersebut. Dengan prinsip 'darurat', suamipun menyetujui untuk diperiksa oleh dr Harjo. Sempat takjub dan bergumam 'Subhanallah anakku, ibu sudah tidak sabar ingin memelukmu nak'. USG 4 Dimensi membuat USG jadi lebih hidup karena bayi yang diperut terlihat lebih jelas. Ah senangnyaaaaa.


Kira-kira secara keseluruhan seperti itulah cerita kehamilanku di semester kedua. Menyenangkan dan menggembirakan.

Ibu mencintaimu karena Allah,
Sepenuh cinta untukmu
Ibu

Senin, 15 Juni 2015

Cerita kehamilan bag 1

Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh

November 2014 - Juni 2015 , sudah 7 bulan berselang dari postingan yang terakhir. Sudah lama.aekali tidak menulis di blog ini.

Cerita kehamilan inj tidak terwujud tanpa adanya pernikahan yg berlangsung sederhana di Masjid Jami Bintaro Jaya sek 1 pada tgl 12 oktober 2014. Allah takdirkan aku menikah dengan pemuda jauh asal Sukoharjo dengan proses yang begitu cepat dan mudah-mudahan diliputi barakah. Aamiin.

Entah kapan sebenarnya aku hamil. Yang pasti adalah sabtu, 22 Nopember 2014 aku dan suamiku sempat mengikuti family gathering yg diadakan kantor suamiku. Kami bahkan sempat naik rollercoaster dan wahana rumah hantu. Lalu keesokkan hari nya, karena aku sudah tidak kunjung haid selama 1 bulan (haid terakhir 20 oktober 2014), aku dan suamiku membeli testpack di sebuah apotik dekat rumah dengan dua merek yg berbeda. Masya Allah, Alhamdulillah betapa terkejutnya diriku ketika mengetahui bahwa aku hamil 😊.

Selang satu minggu kemudian, pada tanggal 29 Nopember 2014 kami memeriksakan diri ke rs Muhamadiyah Taman Puring. Tanpa bekal dan rekomendasi Obgyn kami coba untuk memeriksa ke dr Irsan Hanafi, SPOG. Dan benar sekali, nampak garis hitam ada didalam rahimku. Ada dua pernyataan yg mengejutkan diriku. Pertama adalah kehamilanku sudah berusia 5 minggu. Yang kedua, ada bayangan hitam yg menggumpal diseberang rahimku. Dokter bilang itu semacam kista. Antara bahagia dan sedih.

Tapi kami tetap bersyukur bahwa aku diberi kesempatan hamil dan mengandung oleh Allah. Suamiku berupaya utk mencari 'second opinion' pada Obgyn lain mengenai 'kista' ini.
Selang 1 minggu, aku dan suamiku mendatangi RS Tambak dengan ditangani dr. Ony SPOG. Menggunakan USG Transvaginal yang membuatku mengerikan sekali tapi hasilnya memang terlihat lebih jelas. Dr Ony banyak memberikan masukan ini dan itu kepada kami berdua. Dan menurut dr ony itu bukan kista tapi hanya semacam gumpalan darah yang tidak keluar karena hamil. Nantinya seiiring berjalannya waktu akan pudar dan menghilang. Ahh, lega sekali mendengarnya 😊.

Badai Trimester Pertama

Di awal kehamilan, aku mengalami mual dan muntah yg cukup hebat. Bahkan hampir setiap malam aku menangis karena seringnya muntah. Makan apapun selalu muntah dan mual. Berat badan pun turun drastis selama trimester awal kehamilan. Aku yg punya berat badan cukup kurus hanya 47kg diawal kehamilan lalu mengalami kehilangan berat badan selama 3 kg selama trimester awal menjadi 44kg. Sempat dimarahi dokter dengan kurusnya berat badan yang aku alami sehingga dr (waktu itu sudah pindah dr dari dr Irsan ke dr Riris) menambah dosis obat penghilang mual.

Perpindahan Obgyn ini karena jujur sering kali aku merasa risih bila diperiksa USG oleh Obgyn laki-laki. Walaupun sebenarnya Obgyn laki-laki sudah terbiasa melihat rahim. Tapi tetap saja merasa risih sekali. Dan masih adanya Obgyn perempuan membuatku harus segera berpindah karena masih adanya pilihan perempuan. Beda hal nya jika tidak adanya Obgyn perempuan. Sehingga Obgyn laki-laki bisa menjadi 'darurat' dan mau tidak mau menjadi satu-satunya pilihan.

Trimestet pertama sempat membuat kacau pikiranku. Rasanya apa sanggup aku jadi ibu. Sedangkan makanan saja tidak ada yg masuk. Rasa-rasanya belum sanggup jadi ibu. Qadarullah, Allah yg menetapkan sesuatu sudah sesuai dengan kehendakNya. Janin ini begitu sehat sekali. Walaupun ibunya mengalami penurunan kesehatan tapi Alhamdulillah janin ini selalu mengalami peningkatan kesehatan. Maaf ya nak, jika ibu sempat berpikir begitu huhuhu.

Apalagi setelah pertama kali mendengar denyut jantungnya, hatiku meleleh seperti es krim magnum white cokelat (halah). Ibu begitu aku ingin dipanggil olehnya jatuh cinta bahkan lebih jatuh cinta dibanding ke ayahnya aka suamiku, hehehhe. Mendengar denyut jantungnya dan mengetahui bahwa engkau sehat merupakan anugerah dan kebahagiaan terbesarku. Semenjak itu, tiada henti bahkan hingga detik ini aku terus belajar menjadi ibu baru.

Rabbi Hablii Minassholihin. Rabbi Hablii Min ladunka dzuriyyatun Thoyiibah.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Sepenuh cinta, untukmu dariku.
Love Lillah

Senin, 10 November 2014

TOLAK FEMINISME DAN RUU KESETARAAN GENDER

 


Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh,

Feminisme dan kesetaraan gender. Dua hal yang kelihatannya berbeda namun kenyataannya saling bersatu.Dua hal yang selalu menggelitik telinga saya setahun ini. Dua hal, yang saya selalu antusias jikalau ada seminar atau kajian materinya.

Sebelum beranjak kejudul diatas, baiknya kita cermati dulu apa itu feminisme. Kita telaah feminisme dari kacamata seorang muslimah bukan dari kacamata perempuan barat.

Feminisme, mungkin jika digali atau diartikan banyak sekali yang mengartikan kata-kata 'seksi' ini. Menurut Susan Osborne, feminisme adalah cara pandang perempuan dimana perempuan melihatnya dari perspektif perempuan. Atau mungkin boleh saya artikan ialah feminisme merupakan cara pandang perempuan barat melihatnya dari perspektif perempuan barat pula.

Kasus KDRT, pelecehan perempuan, dan kejahatan terhadap perempuan yang akhirnya membuat aktivis feminisme menawarkan ideologi mereka kepada kaum perempuan. Namun ada hal yang harus dicermati. Sesungguhnya kejahatan terhadap perempuan lahir dari ideologi feminisme. 

Masih belum paham? Contoh sederhananya begini. 
Kaum feminis sering kali menganggap perempuan itu kuat, perempuan hebat, perempuan bisa melakukan segalanya tanpa laki-laki, perempuan pandai mencari nafkah. Kaum feminis sering juga memunculkan tokoh-tokoh perempuan yang mereka anggap bisa mewakili kaum mereka. Didukung media-media sekuler dan liberal yang selalu memunculkan 'citra baik' feminis yang akhirnya menyebabkan pemikiran kaum perempuan menjadi berubah. Perempuan haruslah seperti kaum feminis, jika tidak maka bukan perempuan hebat. Perempuan harus seperti pemikiran kaum feminis jika tidak bukanlah perempuan yang kece.

Dan pemikiran ini pun sudah merasuk ke pemikiran sekolah-sekolah TK atau Dasar. Tanyakan kepada anak-anak perempuan yang duduk di bangku sekolah SD atau TK, apakah ada dari mereka yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Apakah masih ada?

Lanjut lagi ke hubungan antara feminis dan kejahatan perempuan. Lihatlah berapa banyak perempuan yang diperkosa setelah pulang kerja larut malam. Bukankah kaum feminis yang memaksa pemikiran mereka bahwa perempuan yang bekerja itu hebat sehingga saat ini banyak perempuan yang bekerja hingga larut malam.

Atau banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual di dalam Bis Umum atau Kereta saat mereka sedang berdesak-desakan dengan kaum laki-laki yang akan bekerja. Bukankah kaum feminis yang menyatakan bahwa perempuan haruslah sama dengan laki-laki.

Tentang KDRT, mungkin banyak faktor yang menyebabkan timbulnya KDRT. Ditarik garis besar KDRT dipicu karena banyak laki-laki yang saat ini menganggur dikarenakan lahan mencari nafkah mereka banyak diambil perempuan. Lihat mengapa banyak buruh pabrik yang rerata perempuan? Itu karena biaya upah perempuan lebih kecil dibanding biaya upah laki-laki yang akhirnya banyak pengusaha justru mengeksploitasi kaum perempuan. Bukankah kaum feminis yang mengajari mereka agar perempuan wajib bekerja, dan mencari nafkah.

Semakin menjamurnya usaha penitipan anak berarti semakin besar persentase ibu yang menitipkan anak-anak mereka. Yang juga dapat disimpulkan semakin banyak anak yang dititipkan dan semakin banyak pula anak-anak yang kehilangan kasih sayang ibunya semenjak kecil. Bukankah kaum feminisme yang membuat citra bahwa seorang ibu harus bekerja diluar rumah.

Begitulah feminisme meracuni pemikiran perempuan. Dari semenjak TK hingga dewasa, pemikiran feminisme terus meracuni kita. 

Apa hubungannya feminisme dengan kesetaraan gender?

Feminisme, lebih tepatnya feminisme liberalisme. Paham ideologi yang menjadikan satu antara feminisme dengan liberalisme. Paham dimana kebebasan dan tidak ada batas-batas menjadi ciri khasnya.
Lalu apa hubungannya dengan kesetaraan gender?

Feminisme liberalisme, paham yang mambedakan antara Sex dengan Gender. Atau dalam bahasa Indonesianya Jenis kelamin dengan sifat jenis kelamin. Menurut ideologi feminisme liberalisme, sex dengan gender berbeda.
>> Sex dibagi menjadi dua (2) yaitu Female dan Male.
>> Gender dibagi menjadi dua (2) yaitu Maskulin dan Feminin
Dengan adanya pembagian-pembagian seperti itu yang akhirnya memunculkan perspektif/pandangan bahwa keduanya berbeda dan tidak berhubungan. Sebagai contoh, seorang yang mempunyai jenis kelamin perempuan bebas mempunyai sifat maskulin. Ataupun sebaliknya.

Pemikiran liar seperti inilah yang menyebabkan seseorang berhak menjadi Lesbi ataupun Gay. Ataupun transgender. Pemikiran berbahaya yang tidak lagi membedakan gender atau semuanya disetarakan. Pemikiran feminisme liberalisme inilah yang masuk kedalam RUU Kesetaraan Gender.
Seperti yang disampaikan AILA (Aliansi Cinta Keluarga) yang juga menolak RUU Kesetaraan Gender dengan perspektif sebagai berikut :
  1. RUU KKG sejatinya lahir dari asumsi bahwa perempuan Indonesia berada dalam sistem yang menindas dan mendeskriminasi perempuan sehingga diperlukan perangkat perundangan yang membela kaum perempuan. Padahal ide Kesetaraan Gender sarat dengan upaya liberalisasi dan individualisasi manusia, terlihat dari upaya berbagai kelompok untuk menghilangkan norma-norma agama dan budaya Indonesia dalam pasal-pasalnya. Sehingga disadari atau tidak, RUU KKG hanya akan melahirkan individu yang tidak terikat pada norma-norma agama dan budaya.
  2. Gender merupakan konsep jenis kelamin baru yang dimunculkan kaum feminis akibat gelombang revolusi seksual di Barat yang tidak sesuai dengan norma-norma agama dan budaya Indonesia. Gender atau jenis kelamin sosial ini sangat berpotensi menyuburkan praktek LGBT (Lesbian Gay Bisexual and Transgender) dan menjadi ancaman serius keluarga Indonesia karena membuat kaum perempuan dan pria terlepas dari kodratnya masing-masing.
  3. Ide Kesetaraan Gender yang ditawarkan bagi bangsa-bangsa di dunia melalui CEDAW (Convention on The Elimination Of All Forms Discrimination Against Women) dan telah diratifikasi Indonesia sejak tahun 1984, secara empiris telah membuat rapuh pondasi dari sebuah keluarga. Padahal rapuhnya sebuah keluarga akan berpengaruh terhadap ketahanan nasional sebuah bangsa. Hal ini disadari dengan baik oleh negara-negara besar seperti Amerika yang justru enggan meratifikasi CEDAW.
  4. Solusi dari permasalahan perempuan dan keluarga adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia yang luhur kepada segenap lapisan masyarakat melalui program pengokohan keluarga dan bukan membuat RUU yang justru akan merusak tatanan keluarga ideal.   

Feminisme liberalisme juga memunculkan pemikiran bahwa segala sesuatu harus didasarkan keinginan dan tidak berhak dipaksakan. Maka boleh melakukan aborsi jika perempuan tidak ingin mengandung ataupun melahirkannya. Atau boleh melakukan hubungan badan walau belum menikah asalkan suka sama suka.

Feminisme liberalisme juga mempengaruhi agama-agama yang ada. Terutama agama Islam. Bisa kita lihat di Amerika sudah ada perempuan yang jadi imam untuk laki-laki.

Pandangan seorang Muslimah

Setelah pemaparan diatas, tentunya sebagai seorang Muslimah (perempuan yang beragama Islam dan meyakini Islam sebagai jalan yg benar) harus punya pandangan lain. Pandangan seorang Muslimah tentunya berbeda dengan pandangan perempuan barat.
Dalam pandangan Muslimah, setara bukan berarti sama.
Dalam pandangan Muslimah, adil bukanlah bagi rata. Tapi adil ialah menempatkan sesuatu pada porsinya.
Dalam pandangan Muslimah, laki-laki dan perempuan dilahirkan berbeda dengan kemuliaannya masing-masing.
Dalam pandangan Muslimah, laki-laki dan perempuan sudah ada hak dan kewajibannya masing-masing sesuai porsinya.
Dalam pandangan Muslimah, ada bagian-bagian yang laki-laki wajib lakukan adan bagian-bagian perempuan yang juga wajib lakukan.
Dalam pandangan Muslimah, hanya ada dua jenis kelamin dengan sifat jenis kelaminnya. Yaitu perempuan dengan sifat perempuannya dan laki-laki dalam sifat kelaki-lakiannya.

Dalam pandangan Muslimah, tentunya hidup ini tidaklah bebas semau kita. Bumi ini ada yang punya. Bumi ini milik Allah. Maka selayaknya kita taat dan tunduk kepada yang menciptakan bumi dan kita tentunya.
Dalam pandangan Muslimah, kewajiban kepada Allah lebih utama dibanding kemauan kita. Taat pada ajaran yang dibawa Rasulullah haruslah yang terpenting dibanding keinginan kita.

Dalam pandangan Muslimah, laki-laki dan perempuan bukan persaingan tapi mitra yang harus bersinergis.
dalam pendangan Muslimah, laki-laki harus menghormati perempuan dan memuliakannya begitupun sebaliknya.

Maka sudah selayaknya lah, muslimah untuk kembali ke pemikiran Islam bukan pemikiran barat yang dipaksakan kedalam pemikiran kita. Allah Maha Tahu dibanding pemikiran sempit kita. Allah sudah atur bagaimana laki-laki dan perempuan bersikap. Islam sudah jauh lebih mendalami perbedaan yang disinergiskan.

Laki-laki dan perempuan berbeda, tidak perlu disamakan dan disetarakan karena sudah ada jalannya masing-masing.

TOLAK FEMINISME DAN RUU KESETARAAN GENDER 
=
 MENYELAMATKAN GENERASI DAN PERADABAN

Salam hangat,
Wassalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh

- Karlina Ekasari -

Rabu, 29 Oktober 2014

STANDAR GANDA

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh...

Judul diatas bukan pilihan untuk jawab soal ya. Tapi kegemesan dengan pemikiran-pemikiran ngaco jaman sekarang. 

Entah darimana awalnya pemikiran ini muncul. Postingan di beberapa media sosial belakangan inilah yang membuatku 'gerah' dan harus segera dilawan.

Masih belum tersampaikan dengan pikiran aku saat ini kalimat "gpp buruk asal bla bla bla". Masih super duper aneh. Lah masa iya, manusia milih yang buruk. Pemikiran ini jelas racun. Racun yang mempengaruhi sosok figur kita nantinya. Kalau aku sih simple aja, kalau pemikiran ini terus dibiarkan. Masih belum kebayang nantinya anak kita bilang "Bu, aku gpp ya tatoan yang penting kan aku kerja" atau "Bu, aku kerja jadi apa aja ya, nanti uangnya kan buat ibu, bangun masjid, sedekah". Hadeh hadeh -_-

Padahal dulu waktu kecil selalu dinasehatin yang baik-baik sama ibu kita. "Nak, jadi anak yang pinter, sholeh, jujur". Bukankah begitu? Kenapa sekarang jadi pemikirannya liar begini.

Bahaya, ini bahaya pemikiran yang jelas harus dipotong. Harus segera dihentikan titik gak pake koma.
Lebih bahaya, akhirnya banyak yang mengekor dengan pemikiran seperti ini.

Kaum liberal emang terkadang suka bikin standar ganda. Standar ganda itu kalau buat orang lain boleh tapi diri sendiri jangan lah. Aneh kan. Dan yang aneh, kita mau aja ngikut pemikiran mereka.

Contoh konkrit nya adalah ketika pertanyaan ini disampaikan balik ke mereka "Yauda, kamu yang punya standar begitu berani gak bawa calon pasanganmu yang tatoan, ngerokok, pakai anting-anting banyak, gak jelas ke ayah dan ibu mu dan bilang "Jangan lihat luarnya dong". Pastilah langsung shock ayah/ibu mu"

Atau malah jangan-jangan nanti kita yang akan dibilang seperti itu "Jangan lihat luarnya dong bu. Walaupun dia tatoan, pakai anting yang penting kerja kan". Nah, kalau yang ini pasti kamu yang pingsan.

Lah masa iya, sekarang aja kita kalau minta ke Allah minta yang terbaik. Tapi kenyataanya kita milih yang terburuk. Ini gak nyambung sih menurutku.

Contoh konkrit standar ganda lainnya adalah di Amerika sana, gak kawin tapi punya anak itu wes biasa. Tapi coba kalau dilakuin sama presiden Obama. Apa kata dunia? Langsung dihujat. 

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung nama-nama tertentu. Tulisan ini murni kegerahan seorang Karlina Ekasari terhadap teman-teman di media sosial. Gak nyangka habisnya, karena yang mendukung pemikiran itu kenyataannya sekolahnya tinggi-tinggi, dari keluarga yang baik-baik, terus pada punya kerjaan pula. Kenyataanya dikehidupan sehari-harinya mereka gak mau yang buruk-buruk terjadi dihidup mereka. Geli sendiri jadinya.

Sudahlah, yang agamanya Islam kembalilah ke Islam. Kembalilah ke teladan mulia. Manusia terbaik dimuka bumi ini Rasulullah Shallahu Alaihiwassalam. Akhlaknya baik, Ibadahnya kuat, Pekerja keras, Suami Idaman, Ayah yang baik, Kakek yang baik. Masya Allah. Sebaik-baiknya teladan.

Menurutku juga seorang Muslim itu harus punya pemikiran seperti ini Muslim, Cerdas, Bertauhid, Berakhlak mulia, Pekerja keras, serta kaya raya. Itu baru pemikiran muslim. Setuju kan?

Yess, setuju...
Biidznillah...
Ya Rabbi, jadikan dunia digenggamanku bukan dihatiku...
Agar dunia mungkin aku kuasai tapi hatiku hanya tertuju untukMu...

Aamiin Allahumma Aamiin...

Wassalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh..
Salam hangat,
Karlina Ekasari
(Minta fadillah doa dari teman-teman, agar aku segera jadi calon ibu ^^)


Minggu, 26 Oktober 2014

Menikah itu.....

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh,

Dear muslimah, kali ini aku mau bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku. Tentang moment terindah. Tentang perubahan status. Tentang takdir Allah. Tentang cinta. Cinta yang akan mengantarkanku ke syurga bersama dia, yang Allah kini telah takdirkan menjadi suamiku. Ya, ini tentang pernikahanku.


Pada bulan Mei 2014 tahun ini, aku dipertemukan untuk pertama kali nya dengan laki-laki. Dikenalkan oleh seorang yang sangat terpercaya membuatku akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah yang terbesar. Aku ingin menikah. Hihihi..

Juni 2014, selang satu bulan aku dilamar oleh dia. Proses yang sangat cepat tapi tidak terburu-turu. Karena memang aku dan dia sama-sama sudah mempersiapkan nikah sejak beberapa tahun yang lalu.

Dan Oktober 2014, tepat di tanggal 12 Oktober 2014 kami pun menikah.

Menikah itu buatku adalah impian. Mungkin ini pendapat yang terlalu umum, apalagi untuk perempuan. Tapi aku ingin wujudkan pernikahanku menjadi impian. Impian yang kelak akan aku bangun bersama suamiku, dan anak-anakku hingga mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah dan warrohmah.

Menikah itu membuat perjanjian terberat dengan Allah. “Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lai (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil penjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu”. (QS. An Nisa: 21). Mitsaqan Ghaliza merupakan perjanjian terberat yang Allah sejajarkan dengan perjanjian Allah dengan Bani Israil dan perjanjian Allah dengan para nabi. Masya Allah, luar biasa berat perjanjian ini. Hingga pantaslah jika seorang isteri melakukan dosa, maka suami bertanggung jawab terhadap dosa-dosa isterinya.

Menikah itu siap melahirkan generasi terbaik untuk ummat. Siap mendampingi anak-anak yang akan menjadi investasi dunia dan akhirat.

Menikah itu menjadikan wanita mulia. Mulia karena akhlaknya merawat suami. Mulia karena dengan begitu wanita lebih terjaga, lebih terhormat kemuliannya.

Menikah itu, menikmati perjalanan yang Allah takdirkan untuk kulalui bersamanya. Cinta yang akan kuhadirkan hingga ke syurga. Komitmen yang dipegang oleh dua insan karena Allah.

Menikah itu, bertemu karena Allah, mencintai karena Allah, dan menikah karena Allah.

Ketika ditanya pertanyaan yang menggelitik, "Sudah siap belum menikah?. Jawabku sederhana. Sampai kapanpun manusia tidak akan pernah siap. Hanya manusia punya kesempatan untuk terus belajar. Belajar tentang kehidupan.

Menikahlah untuk menyempurnakan hidupmu. Untuk menyempurnakan separuh agamamu. 

Semoga Allah mudahkan langkah untuk menikah yaa...

Wassalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh
=============================================
Karlina Ekasari


Senin, 06 Oktober 2014

Makan ikan.....

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh semuanya...

Akhir-akhir ini jadi suka banget makan ikan. Terutama gulai ikan. Karena kesukaan makan ikan yang semakin membuncah, jadi minta bikinin mama gulai ikan terus deh. Tapi pengen juga ah nyoba gulai ikan sendiri. Nah ini yah resepnya.

Bahan
2 potong kepala ikan kakap ukuran sedang
1 sendok makan air jeruk nipis
7 gelas santan dari 1 buah kelapa
2 batang serai
1½ ruas jari lengkuas, keprek
1 lembar daun kunyit
10 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 asam kandis
Garam

Ulek Halus
9 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 cabai merah besar
1½ ruas jari jahe
1½ ruas jari kunyit

Caranya :
Cuci bersih kepala ikan kakap, lumuri perasan jeruk nipis dan garam.  Diamkan selama 15 menit.
Masukkan bumbu halus ke santan bersama serai, lengkuas, daun kunyit, dan daun jeruk, hingga harum. Masak hingga tercium harum dan santan mendidih.
Masukkan kepala ikan dan asam kandis. Masak di atas api kecil hingga kepala ikan berubah warna dan santan berminyak. Beri garam, aduk rata. Cicipi.
Angkat.

Kelihatannya sih mudah ya, mudah-mudahan sih dalam waktu dekat bisa segera membuatnya..
Hihihi...
Yummy.....