Total Tayangan Halaman

Kamis, 14 November 2013

Upgrading akhlak

Assalamualaykum Warrohmatullohi Wabaraokatuh

Pagi hari ini, diantar ayahku berangkat kerja dan ditengah jalan melihat ada dua mobil yang bersentuhan sehingga menyebabkan agak sedikit lecet di kedua mobil tersebut. Mereka langsung mencaci dan memaki antar kedua nya. Jalanan saat itu memang cukup padat, sehingga kejadian tersebut pasti terjadi.

Namun ada hal menarik yang bisa aku simpulkan, sedemikian parahkah akhlak hingga kita mudah sekali menyalahkan kondisi, menyalahkan keadaan. Sehingga kita lupa siapa diri kita, kita terbakar emosi. Kita terbawa suasana panas. Kita digiring syeitan masuk kedalam nafsu permusuhan. Ya Allah :'(

Hanya karena harta, tahta, jabatan, kedudukan, posisi, atau apapun perkara di dunia ita lebih senang mempertahankan itu semua dibanding memuliakan diri kita dihadapan Allah. Berapa banyak orang yang bertengkar hanya karena harta? Berapa banyak mereka yang saling mencaci, membunuh karena wanita? Sedemikian parahkah akhlak kita???

Bukankah semua itu titipan untuk kita. Bukankah semua itu milik Allah. Bahkan termasuk nyawa kita. Lalu apa hak kita sebagai makhluk yang dititipi Allah. Ya, kita harus menjaganya, memanfaatkannya, dan menebarkannya untuk kebaikan.

Upgrading akhlak memang harus kita lakukan setiap hari. Setiap hari harus melakukan muhasabah akhlak. Apakah keimanan kita sudah sesuai dan sejalan dengan akhlak kita? Apakah benar sholat yang kita lakukan, benar-benar menhindarkan diri dari perbuatan nahi munkar?

Atau malah sebaliknya, akhlak kita berceceran dimana-mana. Akhlak kita mental terpelanting jauh dari diri kita. Akhlak kita terlepas dari keimanan kita. Astagfirullah :'(

Kita merasa ujub, bangga, sombong dengan ibadah yang kita lakukan. Kita merasa telah banyak menimbun amal, sehingga menilai manusia lain hanya sedikit amalannya. Kita merasa sebagai yang satu-satunya ahli ibadah. Kita merasa hanya diri kita yang telah berbuat sedangkan orang lain tidak.

Atau kita merasa nyaman dengan dosa-dosa yang kita lakukan. Kita merasa Allah tidak melihat kita sehingga kita bebas berbuat sesuatu yang kita sukai. Kita tidak lagi memperdulikan orang lain. Kita merasa diri kitalah yang hebat dan kuat.

Astagfirullah, semoga kita terus tidak merasa menjadi seperti itu.

Yuk-Yuk sama-sama kita perbaiki diri

Upgrading akhlak perlu dan harus dilakukan.
Selamat memperbaiki diri.
Selamat bekerja untuk diri sendiri.

Barakallah,
Wassalamualaykum Warrohmatullohi Wabarokatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar